Dikita

Di kampung ini terdapat 21 rumah adat utama yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu seperti Umma Dapa tana Umma Ana Kuala (artinya rumah tak berpenghuni) yang
dikhusukan bagi Marapu, serta Umma Ana Kaito Kutta Ana Oppu Mama yang bertanggungjawab menyelenggarakan upacara berburu babi hutan.

Di tengah-tengah halaman terdapat sebuah pokok kayu mati yang di sebut Andung. Pada zaman dulu Andung ini digunakan untuk menggantung kepala musuh, tapi kini hanya digunakan sebagai lokasi upacara berburu babi hutan.

Berlokasi di Kecamatan Tana Righu dengan jarak 20 KM dari pusat kota. Kondisi jalan menuju lokasi berupa jalan aspal dengan kondisi baik. Kondisi jalan dalam lokasi berupa jalan tanah dengan kondisi cukup baik. Moda transportasi umum yang tersedia tidak sampai ke lokasi sehingga wisatawan lebih memilih jasa rentcar.

Belum tersedia warung makan di lokasi obyek wisata sehingga disarankan untuk wisatawan membawa makanan sendiri. Di lokasi obyek wisata juga tidak ada fasilitas penginapan sehingga pengunjung sebaiknya menginap di pusat kota Waikabubak yang tersedia banyak pilihan fasilitas hotel.